Rabu, 21 Agustus 2013

"The Call", ketegangan di balik kecanggihan 911

Kecanggihan mekanisme telepon gawat darurat 911 di Amerika Serikat, untuk pertama kalinya diungkap secara terperinci dalam film The Call (2013) yang disutradai Brad Anderson dan diperankan oleh aktris peraih Academy Award, Halle Berry.

        Film The Call yang berdurasi 94 menit ini mengisahkan tentang seorang operator atau penerima telepon 911 di Los Angeles bernama Jordan Turner (Halle Berry), yang merupakan operator andalan di "The Hive", gedung pusat operasional 911.

        Suatu hari, Jordan menerima telepon dari seorang gadis, Leah Templeton, yang menelepon layanan gawat darurat karena tempat tinggalnya sedang berupaya dimasuki oleh seorang lelaki, sementara  orang tua Leah sedang tidak ada di rumah.

        Jordan dengan sigap menyuruh Leah agar tenang dan mengunci pintu di dalam kamarnya untuk bersembunyi hingga sang lelaki misterius yang menerobos masuk rumah Leah itu akan pergi karena tidak berhasil menemui seorang pun.

        Nahasnya, saat sang lelaki tersebut akan pergi, tiba-tiba Jordan menelepon kembali ke nomor telepon Leah sehingga sang lelaki dapat mengetahui posisi Leah berada dan menarik serta menculik Leah dari rumahnya.

        Beberapa hari kemudian, tersiar kabar bahwa jenazah Leah telah ditemukan terkubur di suatu tempat di padang rumput di luar kota, namun sang lelaki misterius yang menculiknya tidak pernah diketemukan.

        Mendengar pemberitaan tersebut, Jordan menjadi depresi dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak fokus dalam menjalankan tugasnya dengan baik sebagai operator 911.

        Walhasil, Jordan menjadi depresi dan memutuskan diri untuk tidak lagi menjadi operator. Dia kemudian menjadi pengajar bagi orang-orang yang akan dilatih menjadi operator.

        Enam bulan kemudian, cerita bergeser kepada seorang remaja putri Casey Welson (Abigail Breslin) yang diculik di parkiran mall oleh seorang lelaki berkaca mata hitam (Michael Eklund).

        Casey dibius dengan khloroform dan dimasukkan ke dalam bagasi dari mobil sang penculiknya. Saat siuman, dia menyadari dirinya berada di dalam bagasi dan berteriak-teriak meminta tolong.

        Setelah tidak ada tanggapan, Casey menyadari bahwa di saku celananya masih terdapat telepon seluler yang kemudian dia gunakan untuk menelepon 911.

        Pada saat yang bersamaan, Jordan sedang membawa sejumlah calon operator baru di "The Hive". Saat dia menyadari bahwa salah seorang rekannya tidak sanggup menerima telepon dari Casey yang panik, Jordan mengambil alih.

        Rentetan ketegangan film dapat dikatakan berawal dari titik di mana Jordan mulai mengambil alih peran sebagai operator 911 berupaya menenangkan Casey yang menelepon di dalam bagasi mobil sang penculiknya.

        Dengan luwesnya, Jordan menenangkan Casey dan membuatnya berhasil menemukan bagian lampu belakang mobil yang dapat dipecahkan sehingga menjadi sebuah lobang besar di bagasi.

        Casey kemudian memecahkan lampu tersebut yang untungnya tidak didengar oleh sang penculik yang selalu menyetel radionya dengan sangat keras ketika sedang berkendara.

        Kemudian, Casey berhasil mengeluarkan tangannya dan melambai-lambai agar ada seseorang yang melihatnya dan memberikannya pertolongan.

        Seorang ibu dengan anaknya melihat tangan yang menjuntai ke luar dan dia segera menelepon 911, yang membuat pihak otoritas dapat mengetahui mobil apa yang digunakan oleh sang penculik.

        Selanjutnya, Jordan menyuruh Casey guna melihat adakah benda lain yang bisa digunakan di dalam bagasi. Dia melihat kaleng cat yang kemudian dibukanya dan seluruh isinya ditumpahkan keluar dari bagasi mobil.

        Seorang pengemudi, Alan Denato (Michael Imperioli), melihat hal tersebut dan berupaya memberi tahu sang penculik bahwa terdapat kebocoran cat di bagasi.

        Sang penculik kemudian menepi dan membuka bagasi serta mengancam Casey agar tidak melakukannya lagi.

        Namun, Alan Denato yang berupaya mendekati guna memberikan bantuan malah dihajar hingga sekarat oleh sang penculik dan dimasukkan ke dalam bagasi bersama Casey. Saat sedang ingin kabur kembali, dia karena kesal sempat memecahkan botol khloroform yang dia bawa.

        Polisi yang baru sampai di lokasi kejadian setelah sang penculik melarikan diri sambil membawa Casey dan Alan berhasil melihat pecahan botol tersebut.

        Setelah dilakukan identifikasi melalui jaringan identitas kepolisian, terungkaplah nama sang penculik adalah Michael Foster.

        Aparat berwenang kemudian menelusuri jejak Michael Foster hingga ke tempat tinggalnya dan menemukan petunjuk bahwa keluarga Foster memiliki rumah villa di perbukitan yang sempat terbakar hangus.

        Namun, saat polisi bergegas mencari Michael dan kedua orang yang diculiknya ke perbukitan, sama sekali tidak ditemukan jejaknya kecuali hanya sosok Alan yang telah menjadi mayat.

        Jordan, yang masih dihantui kejadian enam bulan lalu, bertekad untuk pergi ke daerah perbukitan untuk mencari tahu jejak Casey. Dia mendengar bunyi yang pernah didengarnya saat Casey masih meneleponnya melalui sambungan 911.

        Melalui penelusuran bunyi itu, Jordan kemudian berhasil menemukan telepon seluler yang digunakan Casey serta adanya ruang bawah tanah di dekat rumah villa keluarga Foster yang sebelumnya luput dari pengamatan polisi yang menggeledah rumah tersebut.

        Jordan kemudian melihat bahwa Michael Foster merupakan psikopat yang dulu juga pernah menculik dan membunuh Leah Templeton.

        Tidak ingin peristiwa Leah terulang kembali, Jordan dengan segera menolong Casey dengan menghantam sang penculik. Akhir dari film tersebut memperlihatkan sosok sang penculik yang terikat erat di kursi, yang kemudian ditinggalkan oleh Jordan dan Casey.

        Secara keseluruhan, film bergenre action-thriller ini khususnya di bagian tengah hingga akhir dapat membangun ketegangan yang membuat para penonton film juga dapat ikut merasa tegang.

        Selain itu, akting Halle Berry sebagai operator 911 juga layak dipuji karena berhasil menunjukkan peran sebagai penerima telepon gawat darurat yang tegas tapi cukup empatik.

        Dalam film tersebut juga memperlihatkan sosok kantor 911 dengan beragam kecanggihan peralatan elektronik seperti beberapa layar komputer hanya untuk satu operator.

        Terdapat pula lampu dengan warna merah, kuning, dan hijau yang juga memperlihatkan posisi kegentingan dari suatu telepon yang diterima oleh seorang operator 911.

        Sebagai "mata dan telinga bagi kota", kantor pusat 911 juga selalu terhubung dengan beragam dinas penting seperti kepolisian, pemadam kebakaran, dan tenaga medis.

        Tidak heran, bila sambungan 911 sangat diandalkan oleh warga Paman Sam tersebut dalam menghadapi beragam kondisi yang menurut mereka termasuk dalam hal gawat darurat.

        Bagaimana halnya dengan di Indonesia? Sistem layanan gawat darurat masih belum terintegrasi seperti di AS, karena masih ada perbedaan untuk nomor telepon gawat darurat bagi kepolisian (110), ambulans (119 atau 118), atau pemadam kebakaran (113).

Penulis : Muhammad Razi Rahman